IRAN BAGIAN DARI DUNIA ISLAM

Seruan Persatuan Umat dari Abah Rahmadi Wirantanus yang dikutip melalu akun facebook beliau @rahmadi alhurro

Kutai Kartanegara, 04-3-2026 – Di tengah memanasnya situasi geopolitik dunia dan meningkatnya perdebatan di kalangan umat Islam terkait konflik yang melibatkan Iran, tokoh pendidikan Islam dan pengasuh pesantren, Ust. Rahmadi Wirantanus, menyampaikan pernyataan yang menyerukan pentingnya menjaga persatuan umat Islam di tengah perbedaan mazhab dan pandangan politik.
Dalam tulisannya yang berjudul “Iran Bagian dari Dunia Islam”, Abah Rahmadi menyoroti fenomena perdebatan yang kembali mengemuka di media sosial dan ruang publik. Sebagian umat Islam menyatakan dukungan terhadap Iran dalam menghadapi konflik geopolitik global, sementara sebagian lainnya menolak karena perbedaan teologi antara Sunni dan Syiah.
Menurut Abah Rahmadi, perbedaan tersebut memang telah lama menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam. Namun ia menegaskan bahwa perbedaan teologis tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan yang merusak ukhuwah Islamiyah.
“Perbedaan teologi antara Sunni dan Syiah memang telah lama ada dalam sejarah Islam. Akan tetapi perbedaan tersebut tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan umat,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa Iran tetap merupakan bagian dari dunia Islam. Umat Muslim di Iran tetap bersyahadat kepada Allah dan Rasul-Nya, membaca Al-Qur’an yang sama, menghadap kiblat yang sama, serta mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir.
Menurutnya, fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa umat Islam tetap berada dalam satu kerangka akidah yang sama, meskipun terdapat perbedaan dalam beberapa aspek teologi dan mazhab.
Abah Rahmadi juga mengingatkan firman Allah dalam Al-Qur’an:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Ia menilai bahwa umat Islam yang berjumlah lebih dari satu miliar di dunia terlalu besar untuk dipecah hanya karena perbedaan yang telah berlangsung selama berabad-abad.
“Umat Islam boleh berbeda pandangan dan boleh mengkritik kebijakan politik suatu negara. Tetapi jangan sampai kita saling mencaci dan saling memusuhi sesama umat Islam,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Abah Rahmadi juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini dipenuhi berbagai bentuk ketidakadilan, penindasan, serta kesewenang-wenangan dalam politik global. Ia mengingatkan bahwa perpecahan internal umat Islam hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang ingin melihat dunia Islam tetap lemah.
Karena itu ia mengajak umat Islam untuk menjaga adab, menjaga persaudaraan, dan menahan diri dari sikap kebencian.
“Kita boleh berbeda mazhab, tetapi kita tetap satu umat. Kiblat kita satu, kitab kita satu, dan Nabi kita satu,” tulisnya.
Selain menyerukan persatuan, Abah Rahmadi juga mengingatkan umat untuk bersikap bijak dalam menghadapi kemungkinan dampak konflik global terhadap kondisi ekonomi dan logistik dunia.
Ia menyinggung kemungkinan terganggunya jalur energi dunia apabila konflik meluas, termasuk jika Selat Hormuz—yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia—mengalami penutupan akibat eskalasi perang.
Karena itu ia mengimbau masyarakat untuk mulai memikirkan langkah antisipatif, khususnya dalam hal ketahanan pangan keluarga.
“Dampak dari perang ke depan juga perlu kita pikirkan bersama. Mari kita menyiapkan ketahanan pangan masing-masing, setidaknya untuk dua bulan ke depan jika benar-benar terjadi gangguan besar pada jalur perdagangan dunia,” pesannya.
Di akhir tulisannya, Abah Rahmadi menutup dengan doa agar Allah menjaga persatuan umat Islam serta menanamkan hikmah dan kebijaksanaan di hati kaum Muslimin dalam menyikapi situasi dunia saat ini.
“Semoga Allah menjaga persatuan umat Islam dan menanamkan hikmah di hati kita semua. Tandasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *