Khutbah Jumat 15 Mei: Menyambut Hari Raya Qurban dengan Hati yang Bersih dan Qana’ah

Khutbah Jumat

Menyambut Hari Raya Qurban dengan Hati yang Bersih dan Qana’ah

Oleh Rahmadi Wirantanus, S.Pd.I.,M.Pd

 

Khutbah Pertama

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلطَّاعَاتِ وَمَغْفِرَةِ الذُّنُوبِ وَعِتْقِ الرِّقَابِ مِنَ النِّيرَانِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْقَائِلُ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي قَالَ وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita masih dapat berkumpul di rumah Allah dalam ibadah Jumat yang mulia ini.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Sebentar lagi umat Islam akan memasuki hari-hari mulia bulan Dzulhijjah, hari raya Idul Adha, dan ibadah qurban. Momentum ini bukan hanya tentang menyembelih hewan qurban, tetapi juga tentang menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri kita.

Banyak manusia hari ini hidup dalam kegelisahan, bukan karena kurang harta, tetapi karena kurang syukur dan kurang qana’ah. Banyak yang memiliki kecukupan, tetapi hatinya tidak pernah merasa cukup.

Padahal qana’ah adalah salah satu kunci kebahagiaan hidup.

Qana’ah berarti menerima dengan ridha apa yang Allah berikan, disertai usaha, tawakal, dan rasa syukur. Orang yang qana’ah tidak akan mudah iri terhadap kehidupan orang lain dan tidak akan tamak terhadap dunia.

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya.

Allah berfirman dalam Surah Hud ayat 6:

 

Artinya: “Dan tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.”

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak hidup dengan ketakutan berlebihan terhadap dunia. Sebab sering kali kerakusan, permusuhan, dan kezaliman muncul karena manusia merasa takut tidak kebagian rezeki.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Hari raya qurban juga mengajarkan tentang keikhlasan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Kita belajar dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya sendiri, beliau tidak membantah. Nabi Ismail pun menerima dengan penuh ketaatan.

Inilah pelajaran besar dalam ibadah qurban: bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar daripada cinta kepada harta, jabatan, bahkan keluarga.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Jamaah yang dirahmati Allah,

Selain qana’ah, kita juga perlu membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin yang merusak amal ibadah.

Di antara penyakit hati yang paling berbahaya adalah iri dan dengki. Hasad membuat seseorang tidak senang melihat kebahagiaan orang lain. Padahal setiap rezeki telah Allah atur dengan adil.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ

Artinya: “Janganlah kamu iri terhadap apa yang Allah lebihkan kepada sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32)

Kemudian penyakit sombong dan ujub. Merasa diri paling hebat, paling benar, lalu merendahkan orang lain.

Padahal Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji zarrah.” (HR. Muslim)

Begitu pula dendam dan kebencian. Banyak manusia terlihat tenang di luar, tetapi batinnya dipenuhi amarah dan kebencian.

Padahal memaafkan adalah kemuliaan.

Rasulullah SAW bersabda:

وَمَا زَادَ اللّٰهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Artinya: “Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan.” (HR. Muslim)

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Maka menjelang Idul Adha ini, marilah kita menyembelih ego kita, kesombongan kita, iri hati kita, dan kerakusan kita.

Jika kita belum mampu berqurban dengan harta, maka jangan sampai kita gagal berqurban dengan hati. Karena hakikat qurban bukan hanya darah hewan yang mengalir, tetapi ketakwaan yang lahir dari hati yang ikhlas.

Allah SWT berfirman:

لَن يَنَالَ اللّٰهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

Artinya: “Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang qana’ah, bersih hatinya, ikhlas ibadahnya, dan mulia akhlaknya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

 

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *