KHUTBAH JUMAT
“Ketika Dunia Menguji Iman: Kuatkan Takwa, Sempurnakan Ikhtiar, dan Mantapkan Tawakal”
Oleh Rahmadi Wirantanus, S.Pd.I.,M.Pd. Pengasuh Ponpes Al Hurro Kaltim. disampaikan dimasjid da’watul Haq Pesut Tenggarong
Khutbah Pertama
الحمد للهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَنَا أَيُّنَا أَحْسَنُ عَمَلًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَيْثُمَا كُنْتُمْ، وَأَتْبِعُوا السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقُوا النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرّٰحِيْمِ. وَالْعَصْرِۙ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ إِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta’ālā dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Ta’ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kita hidup pada zaman yang penuh kemudahan, tetapi ironisnya juga dipenuhi kegelisahan. Teknologi semakin canggih, komunikasi semakin cepat, namun banyak hati kehilangan ketenangan. Harta bertambah, fasilitas semakin lengkap, tetapi kecemasan, stres, dan putus asa justru semakin meningkat.
Mengapa demikian?
Karena banyak manusia sibuk memperkuat ekonomi, tetapi lalai memperkuat iman. Sibuk mengejar dunia, tetapi lupa menyiapkan bekal menuju akhirat.
Padahal Allah telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukan tempat beristirahat, melainkan tempat ujian.
Allah Ta’ālā berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Perhatikan ayat ini.
Allah tidak mengatakan:
“siapa yang paling banyak hartanya.”
Tidak pula,
“siapa yang paling tinggi jabatannya.”
Tetapi,
“siapa yang paling baik amalnya.”
Artinya, ukuran keberhasilan seorang mukmin bukanlah seberapa tinggi ia berdiri di hadapan manusia, tetapi seberapa mulia ia di sisi Allah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di antara kesalahan besar manusia hari ini adalah mengira bahwa hidup tanpa masalah merupakan tanda kebahagiaan.
Padahal Rasulullah ﷺ justru mengajarkan sebaliknya.
Beliau bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan mengujinya.” (HR. Bukhari)
Artinya, ujian bukan selalu tanda murka Allah. Justru sering kali menjadi bukti kasih sayang Allah agar seorang hamba kembali mendekat kepada-Nya.
Bahkan para nabi, manusia terbaik sepanjang sejarah, adalah orang-orang yang paling berat ujiannya.
Dalam hadis sahih disebutkan:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ
“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang yang paling saleh setelah mereka.” (HR. Tirmidzi, dinilai sahih)
Maka jangan pernah berkata,
“Mengapa saya yang diuji?”
Tetapi katakanlah,
“Apa hikmah yang Allah inginkan dari ujian ini?”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di tengah kesulitan hidup, Islam tidak mengajarkan kita untuk menyerah kepada keadaan.
Islam juga tidak mengajarkan kita hanya berdoa tanpa bekerja.
Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ
“Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.” (HR. Muslim)
Perhatikan urutannya.
Berusaha terlebih dahulu.
Memohon pertolongan kepada Allah.
Lalu jangan mudah menyerah.
Inilah konsep hidup seorang mukmin.
Bukan pasrah tanpa usaha.
Bukan pula mengandalkan usaha tanpa doa.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sering kali kita takut menghadapi masa depan.
Takut kehilangan pekerjaan.
Takut usaha bangkrut.
Takut anak-anak tidak berhasil.
Takut miskin.
Padahal Allah telah memberikan jaminan bagi orang yang bertakwa.
Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” (QS. At-Talaq: 2–3)
Perhatikan baik-baik.
Allah tidak menjanjikan hidup tanpa ujian.
Tetapi Allah menjanjikan jalan keluar.
Allah tidak menjanjikan semua keinginan kita terpenuhi.
Tetapi Allah menjanjikan kecukupan bagi orang yang bertawakal.
Maka, jangan sampai hubungan kita dengan Allah hanya baik ketika sedang sempit. Jadilah hamba yang tetap taat ketika lapang maupun sempit, karena ketakwaan adalah bekal terbaik menghadapi segala keadaan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita akhiri khutbah ini dengan satu renungan.
Kita semua sedang berlomba.
Namun bukan berlomba mengumpulkan dunia.
Melainkan berlomba membawa amal terbaik ketika kembali kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)
Maknanya bukan Islam melarang menikmati dunia, tetapi dunia bukan tujuan akhir seorang mukmin. Dunia hanyalah tempat singgah menuju kehidupan yang kekal.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ
