Tenggarong, Alhurro.id – Pondok Pesantren Al Hurro menerima kunjungan Tim Visitasi dari Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka proses pendirian Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Al Hurro. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hj. Eka Nurhidayah, didampingi Pengawas Madrasah, Dr. Suwito, sebagai bagian dari tahapan verifikasi lapangan terhadap kelayakan penyelenggaraan madrasah sebelum diterbitkannya izin operasional. Proses visitasi merupakan salah satu tahapan dalam mekanisme pendirian madrasah di lingkungan Kementerian Agama.
MAK (Madrasah Aliyah Kejuruan) merupakan jenjang pendidikan menengah berciri khas Islam yang memadukan pendidikan keagamaan dengan pendidikan vokasi. Kehadiran MAK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam akhlak, ilmu pengetahuan, dan keterampilan sehingga siap melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjadi wirausahawan. Penguatan pendidikan vokasi di madrasah juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam menjawab tantangan perkembangan zaman.
Apabila seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, MAK Al Hurro akan menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) pertama dan satu-satunya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan berbasis pesantren sekaligus memiliki kompetensi keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pembangunan daerah.
Pada tahap awal, MAK Al Hurro dipersiapkan membuka tiga program keahlian unggulan, yaitu:
– Desain Komunikasi Visual (DKV)
– Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP)
– Teknik Otomotif
Ketiga program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Kutai Kartanegara sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan vokasi berbasis nilai-nilai Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Eka Nurhidayah menyampaikan bahwa visitasi merupakan bagian dari proses pembinaan sekaligus penjaminan mutu agar madrasah yang akan berdiri benar-benar memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan.
“Kami mengapresiasi ikhtiar Pondok Pesantren Al Hurro dalam menghadirkan Madrasah Aliyah Kejuruan. Melalui visitasi ini kami memastikan seluruh aspek administrasi, kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kesiapan penyelenggaraan telah memenuhi ketentuan. Harapannya, MAK Al Hurro dapat menjadi madrasah vokasi yang berkualitas dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” ujar Hj. Eka Nurhidayah.
Sementara itu, Dr. Suwito menekankan bahwa keberadaan MAK tidak hanya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter yang kuat.
“Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan vokasi, dan akhlakul karimah. Dengan konsep yang dibangun Al Hurro, kami berharap lembaga ini dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan vokasi berbasis nilai-nilai keislaman di Kutai Kartanegara,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hurro, Abah Rahmadi Wirantanus, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya visitasi tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi salah satu tonggak sejarah bagi Pondok Pesantren Al Hurro. Kami memiliki cita-cita menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi yang kuat dalam iman dan akhlak, tetapi juga memiliki keahlian yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Insya Allah, MAK Al Hurro akan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang profesional, mandiri, inovatif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” tutur Abah Rahmadi.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara atas pendampingan dan pembinaan selama proses pendirian madrasah.
Seluruh civitas Pondok Pesantren Al Hurro berharap proses pendirian ini dapat berjalan dengan lancar hingga terbitnya izin operasional, sehingga MAK Al Hurro segera hadir sebagai Madrasah Aliyah Kejuruan pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara, membawa semangat baru dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
“Membangun Keahlian, Menguatkan Keimanan, Menyiapkan Masa Depan.”
